tips dan trik SEO
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Mengambil Screeshot Dari Komputer Tanpa Repot

Mengambil Sreenshot

Mungkin trik Mengambil Screeshot Dari Komputer Tanpa Repot ini sudah jadul dan sudah banyak yang tahu, tapi tidak ada salahnya juga kalau hanya ingin sekedar share, siapa tahu ada yang masih newbie dan ingin tahu trik Mengambil Screeshot Dari Komputer Tanpa Repot. Tidak Usah repot - repot memakai sofware tertentu sebenarnya, kalian hanya tinggal menekan tombol Print Scr SysRQ atau Print Screen SysRQ pada keyboard kalian. Pasti pada punya keyboard kan? ya iya lah masa punya komputer / laptop ga ada keyboardnya :)

Tombol Print Screen SysRQ

Setelah menekan tombol tersebut di tampilan komputer yang mau diambil, kalian buka aplikasi Paint (Untuk Microsoft) lalu Paste (CTRL + V) dan hasil screenshot pun akan muncul. Terserah kalian deh mau di edit atau digimanakan lagi seterus nya, hehehe :D

Ok, sekian trik sederhana yang jadul ini dari saya :D, Salam Blogger ^_^
No comments

Minggu, 30 Desember 2012

Mengatasi Pesan Safely Remove Hardware

Safely Remove Hardware

Apa itu Safely Remove Hardware?

 

Safely Remove Hardware atau proses Disconnect USB Flash Drive yang gagal sebenarnya ada beberapa faktor penyebabnya sehingga hubungan USB Flash Drive tidak bisa diputuskan. Yang biasa dialami pasti kalian akan menemukan pesan seperti ini "The device 'Generic Volume' cannot be stopped right now. Try stopping the device again later". Ok, berikut adalah beberapa faktor penyebab dari masalah ini :

1. Masih ada Windows Explorer yang terbuka
Meskipun kalian tahu bahwa Windows Explorer tersebut tidak dalam proses membuka drive USB Flash Drive, tetapi akan lebih baik jika semua windows explorer atau file manager lainnya ditutup terlebih dahulu karena ada mungkin program program tersebut asih melakukan proses pada drive.

Solusinya : Tutup semua windows explorer atau file manager lainnya yang masih aktifwalau file manager tersebut tidak sedang melalukan proses / menampilkan isi dari windows explorer.

2. Masih ada program / software yang terdapat di dalam USB Flash Drive yang sedang digunakan
Solusinya adalah simpan terlebih dahulu program / software yang sedang berjalan, kemudian tutup program tersebut.

3. Adanya aplikasi atau software yang menjalankan file dalam USB Flash Drive.
Diantaranya program - program monitoring removable disk, antivirus, dan lain sebagainya. Solusinya adalah matikan terlebih dahulu semua program tersebut.

5. Virus
Ini adalah alasan yang paling risikan! Kemungkinkan USB Flash Drive kalian masih tetap tidak bisa dibuka, bahkan setelah kalian memastikan bahwa semua program yang berhubungan dengan USB Flash Drive telah kalian matikan.

Soulsinya : Menunggu hingga waktunya untuk melakukan shutdown pada komputer. Setelah itu, kalian bisa mencabut USB Flash Drive.

6. Dengan software USB Remover.
Langkah terakhir adalah dengan menggunakan Program USB Remover, ada banyak sekali USB Remover, tapi saya akan share salah satu nya saja. Untuk mendownloadnya silahkan kalian kunjungi salah satu situs blog saya dibawah ini :

Download USB Safely Remove 5.0.1

Ok, Semoga artikel tentang Mengatasi Pesan Safely Remove Hardware ini dapat bermanfaat.
No comments

Selasa, 11 Desember 2012

Hardware Keylogger

Berawal dari penglaman, berhati - hati lah jika kalian mengunjungi warnet. Di warnet - warnet yang pernah saya kunjungi dalam beberapa hari terakhir ini, ada beberapa warnet yang menggunakan Alat ini. Namanya adalah "Hardware Keylogger", socketnya ada yang berbentuk USB dan PS/2 (Sama seperti socket keyboard dan mouse). Sesuai namanya "Keylogger", sebagian besar digunakan untuk mencuri data - data atau Password - Password kita di internet, mending kalau kita cuma buka FB, Twitter, dan sebagainya , tapi kalau sudah berurusan dengan Internet Banking seperti, Paypal, Alertpay atau Liberty Reserve dan sejenisnya, kan repot.
Sebagian dari kalian mungkin sudah ada yang tahu dengan alat ini, tapi mungkin post ini bisa bermanfa'at bagi kalian yang belum tahu. Bentuk dari alatnya seperti ini sob :
 
 
 
 
 
Bagi kalian para hacker mungkin sangat wajib memiliki alat ini, dan sebenarnya saya juga tertarik sih, hehehehe..., Untuk harganya, saya googling di mbah google, harganya sekitar Rp.1.200.000,- sampai Rp.1.800.000,-. Sekali lagi jika kalian mengunjungi warnet, cek atau periksa lah di bagian CPU nya, apakah terdapat alat ini atau tidak. Oh ya, satu lagi alat ini langsung nyambung dengan keyboard, seperti pada software keylogger, yang berfungsi merekam semua aktifitas keyboard, begitu juga dengan software ini. Ok semoga post ini bermanfa'at.
No comments

Mengenal Lebih Dekat Compact Disk (CD)


Media CD sudah bukan barang aneh lagi. Banyak orang yang sering bermain-main dengan kepingan CD untuk berbagai keperluan. Ada yang membuat foto di studio dan hasil fotonya disimpan di CD, ada yang membuat album lagu dan hasilnya disimpan di CD, ada juga membuatfilm dan hasilnya disimpan pula dikepingan CD.

Alat untuk merekam CD harganya kian terjangkau. Tidak sampai ½ juta rupiah kita sudah bisamembeliperekam CD atau lebih dikenal sebagai CD Writer. Kepingan CD pun harga jauh lebih murah daripadadisket. Dengan harga sekitar 1.500 – 2.500 rupiah kita sudah mendapatkan piringan plastik yang ajaib itu.


TIPE-TIPE PIRINGAN CD
Piringan CD yang kita jumpai dipasaran, pada dasarnya terbagi menjadi 3 golongan. Yaitu CD-ROM, CD-R dan CD-RW. Masing-masing dari tipe CD ini memiliki karateristik tersendiri.

CD-ROM
Singkatan  dari  Compact Disc - Read Only Memory.  Piringan   CD-ROM  ini  berwarna perak. Prosespembuatannya adalah dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari oleh sinar laser.Sinar laser  itu  akan  membentuk  semacam  pit (lubang) berukuran mikro  –  yang sangat kecil sekali.Lubang-lubang itu akan membentuk deretan kode yang isinya berupa data. Sekali tercipta lubang, maka tidak bisa ditutup lagi. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Semua itu prosesnya dilakukan secara bertahap dalam suatu mesin cetakan.

CD-R
Singkatan   dari  Compact Disc - Recordable.   Piringan   CD-R   ini   umumnya  berwarna hijau,tapi ada beberapa yang berwarna biru, merah dan hitam. Proses pembuatannya mirip dengan CD-ROM, yaitu dengan cara menaruh selembar lapisan plastik. Perbedaannya lembaran plastik itu belum disinari oleh laser. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul.

Lalu kapan lembaran plastik itu akan disinari laser? Jawabannya nanti pada saat kita hendak merekamnya.Itulah sebabnya CD-R disebut juga dengan CD-Blank karena isinya masih kosong.Menentukan kualitas CD-R juga sama dengan menentukan kualitas CD-ROM. Tapi ada yang harus jadi perhatian ekstra, yaitu karena proses rekaman dilakukan setelah CD tercetak dan ada begitu banyak CD-R yang dijual dipasaran, maka kualitas lembaran data didalam CD-R itu harus cocok dengan CD Writer-nya.Dulu banyak kasus, selain dari masalah  Buffer Under-Run (kehabisan supply data), dahulu CD Writer tidak mampu mengenali lapisan data itu dengan baik.

Anda tidak perlu risau, CD Writer jaman sekarang sudah mampu mengenali berbagai CD-Ryang ada dipasaran. Untuk lebih yakin, sebaiknya Anda baca buku manualnya untuk memperoleh informasi daftarCD-R yang paling optimal untuk CD Writer Anda.

Bagi Anda yang masih menggunakan CD Writer model lama, silahkan kunjungi situs web produsenpembuatnya untuk mengupdate firmware. Kegunaan dari update firmware ini untukmembantu CD Writer mengenali lapisan-lapisan data tersebut. Bahkan pada beberapa CD Writer tertentu, dengan hanya update firmware kita bisa meningkatkan kecepatan rekam tanpa harus beli CD Writer baru. Lumayan kan.

CD-RW
Singkatan dari  Compact Disc - ReWriteable.  Piringan  CD-RW ini  umumnya berwarna ungu. Proses pembuatannya mirip dengan CD-ROM atau CD-R dengan cara menaruh selembar lapisan plastik.

Perbedaannya lembaran plastik itu memiliki kemampuan untuk membuka dan menutup. Seperti yang telahdijelaskan bahwa lapisan data jika disinari oleh laser akan membuat ubang-lubang sebagai kode. PadaCD-RW lapisan data itu dapat lubang-lubang itu dapat menutup lagi jika dibutuhkan. Itulah sebabnya kita dapat merekam dan menghapusmedia CD-RW ini sesuka hati kita.

KAPASITAS CD
Kapasitas CD dapat digolongkan menjadi 2 bentuk fisik. Pertama piringan CD kecil yang berdiameter 8cm,dan kedua piringan CD normal yang berdiameter 12 cm.Kapasitas CD kecil 8cm,sanggup menyimpan hingga 21 menit atau setara dengan 184,57 MB. Pertanyannya adalah, kok tahu 21 menit sama dengan 184,57 MB? Itulah yang akan dibahas disini.CD mengenal 2 macam modus, yaitu Mode 1 dan Mode 2/XA. Pada Mode 1, CD akan dibentuk dengan ukuran 2.048 bytes tiap blok. Jumlah blok tergantung pada ukuran CD. Untuk CD 8 cm memiliki 94.500 blok. Sehingga kalau kita mengkalikan 2.048 dengan 94.500 hasilnya sama dengan 193.536.000 Bytes.Ubahlah bilangan bytes itu menjadi MegaBytes (MB). Karena 1 MB sama dengan 1.048.576 Bytes, maka hasilnya 184, 57 MB.

Timbul pertanyaan, mengapa jumlah blok tiap mode berbeda-beda? Alasannya Mode 1 digunakan untukmenyimpan data. Sementara Mode 2/XA digunakan khusus untuk membuat CD-Audio atau VCD. Adaperbedaan mendasar antara data dengan video/audio, yaitu pada data yang digunakan sebagai tolak ukur adalah kapasitas dalam satuan MB. Namun pada video/audio tolak ukur yang digunakan adalah erdasarkan detik. Trik perbedaan kapasitas ini banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk melakukan teknik Overburn. Dengan  overburn kita dapat menyimpan data lebih banyak dari biasanya, teknik ini tidak disarankan bagi pemula karena dapat menimbulkan kerusakan pada CD-Writer drive jika dilakukan asal- asalan. Diluar dari semua itu, file MPEG-1 yang berukuran hingga 780 MB dapat tersimpan dengan baik jika kita menyimpannya menjadi VCD, bukan sebagai file data biasa. Lagipula dengan membuat menjadiVCD, kita bisa menontonnya tidak hanya di PC tapi juga pada VCD player biasa.

Source : ilmukomputer.org
No comments

Rabu, 05 Desember 2012

Perawatan Flashdisk Dengan Baik


Flashdisk sudah menjadi gadget atau barang yang sangat populer saat ini, sebagian besar dari kalian pasti memiliki device yang berfungsi untuk menyimpan data ini. Flashdisk merupakan salah satu alat penyimpanan data, fungsinya tidak berbeda jauh seperti floppy disk dan harddisk. Biasanya kalangan pelajar karena harganya yang murah dan mudah dibawa kemana saja. Tapi apakah kalian tahu Flashdisk mampunyai umur, kalau umur Flashdisk sudah habis dengan kata lain Flashdisk sudah tidak dapat dipakai lagi.

Perangkat  yang  relatif  mini  ini,  dalam  pengoperasiannya  membutuhkan  daya.  Jadi,  USB Flashdisk  murni  akan  menyala  bila  ada  arus  listrik  yang  bisa  diperoleh  dari  port  USB. Berdsarkan  pengalaman  saya  di  warnet,  beberapa  jenis  atau  merk  flashdisk  terkadang membutuhkan  energi  yang  lebih  besar  untuk  mengoperasikannya,  sehingga  harus  langsung dihubungkan dengan port motherboard tanpa melalui kabel penghubung usb agar bisa dideteksi. Perhatikan  juga  umur  flashdisk.  Pada  umumnya,  setahu  saya  flashdisk  memiliki  kekuatan rata-rata  10.000  kali  read/write.  Kecepatan  akses  pada  flashdisk  juga  berbeda  tergantung  dari penggunaan untuk read data atau write data. File sistem  yang biasa digunakan adalah FAT atau FAT32, karena bisa diakses hampir dimanapun yang mensupport USB port. Meski bisa diformat sesuai dengan tipe sistem operasi, seperti NTFS. Tidak hanya itu, karakteristik flashdisk ini juga bisa dilihat dari segi memori dan desain. Memori flashdisk ada beraneka ragam. Semakin besar kapasitasnya,  biasanya  memiliki  kemampuan  read/write  yang  besar.  Saat  ini  desain  flashdisk memiliki  desain  atau  bentuk  yang  sangat  unik,  sehingga  memiliki  kesan  tersendiri  bagi  para pemiliknya. Sebagai contoh, ada bentuknya seperti gelang, boneka, dsb.

1. jauhkan  dari  medan  magnet  yang  kuat.  Barang  elektronik  seperti  speaker  aktif, handphone atau televisi tidak baik diletakkan berdekatan atau kontak langsung dengan flashdisk. Hal  ini  disebabkan  karena  flashdisk  memiliki  komponen  sistem  yang  susunannya  sangat  detail dan terbuat dari sejenis besi atau logam. Jadi, bila  didekatkan  dengan  magnet atau benda yang mengandung magnet, akan mengganggu komponen flashdisk yang ada di dalamnya.

2. Jangan lupa rutin scan virus. Ini juga penting untuk flashdisk. Sebisa mungkin flashdisk discan dengan rutin, agar kita mengetahui ada atau tidaknya virus yang bersarang pada flashdisk kita. Bukan tidak mungkin, file-file kita bisa terinfeksi virus atau bahkan laptop kita ikut tertular dari flashdisk kita.

3. Bila tidak terlalu penting dan emergency, hindari mengedit langsung data langsung dati flashdisk.  Ini  bisa  mengurangi  umur  flashdisk.  Alternatifnya  copy  paste  data  di  komputer, kemudian diedit dan setelah selesai baru kembali dicopy ke flashdisk.

4. Jangan  sampai  terkena  air.  Minimalkan  flashdisk  kontak  langsung  dengan  air. Meskipun  ada  beberapa  merk  yang  anti  air.

5. proses  eject/stop.  Setelah  pemakaian  flashdisk  selesai,  usahakan  eject/stop  flashdisk Anda melalui Safety remove hardware. Hindari melepas langsung flashdisk dari port usb karena siapa  tahu  ada  proses  read/write  yang  sedang  berjalan  sehingga  akan  berpengaruh  pada  arus listrik yang mengalir.

6.  hindari  benturan  keras.  Berapa  kali  Anda  menjatuhkan  flashdisk  Anda?  Tentu  Anda saja yang tahu jawabannya. Sama halnya seperti kita, bila flashdisk kita sering jatuh apalagi dari tempat yang tinggi tentu akan menyebabkan rusaknya komponen yang ada di dalamnya.

7. jaga suhu flashdisk. Ini juga bagian yang cukup penting. Sebisa mungkin kita dituntut untuk  menjaga  suhu  flashdisk  kita  agar  tetap  pada  suhu  normal.  Flashdik  sangat  rentan  pada suhu  yang  panas,  usahakan  tidak  meletakkannya  didalam  sadel  motor  atau  kontak  langsung dengan sinar matahari.



Referensi : ilmukomputer.org
No comments

Selasa, 04 Desember 2012

Storage BUS


Sebagaimana  yang  telah  kita  ketahui  bahwa  perkembangan  teknologi  bus penyimpanan  (storage  bus)  telah  berkembang  dengan  pesat  seiring  berkembangnya teknologi  informasi  saat  ini.  Dimana  pada  tulisan  ini  akan  membahas  mengenai teknologi  bus  penyimpanan  SATA.  Tetapi  sebelum  membahas  tentang  teknologi  bus penyimpanan  SATA  tersebut,  alangkah  baiknya  kita  mengetahui  sekilas mengenai teknologi bus penyimpanan lainnya seperti ATA atau SATA dan SCSI.
A.  ATA (Advanced Technology Attachment)

ATA  (Advanced  Technology  Attachment)  adalah  interface  standar  untuk menghubungkan  perangkat  penyimpanan  (storage  devices)  seperti  hard  disk  dan  CD-ROM drives dalam personal computer. Banyak terdapat istilah dan sinonim untuk ATA, termasuk singkatan-singkatan IDE, ATAPI, dan UDMA.

ATA  yang  kali  pertama  dikembangkan  oleh  IBM  pada  tahun  1981  ini  telah menjadi  standar  komunikasi  untuk  harddisk,  CD-ROM,  DVD-ROM,  dan  optik  drive sejenisnya.  Pada  sebuah  konektor/channel  ATA,  hanya  dapat  digunakan  satu  kabel ATA.  Dan  setiap  satu  kabel  ATA,  maksimal  dua  perangkat  ATA  dapat  dihubungkan. Yang pertama akan diberi nama device 0 dan yang kedua diberi nama device 1.

ATA  dikenal juga  dengan  sebutan  IDE  (Integrated  Drive  Electronic).  Ada  tiga jenis transfer mode yang dikembangkan oleh ATA, yaitu PIO, DMA, dan Ultra DMA.

  • PIO  (Programmed  Input/Output)  adalah  transfer  mode  yang  membutuhkan interferensi microprocessor. 
  • DMA (Direct Memory Access) adalah transfer mode yang dapat dilakukan tanpa interferensi dari microprocessor. 
  • Dan yang dimaksud dengan Ultra DMA adalah sama dengan DMA, hanya sajapada Ultra DMA terdapat tiga tambahan yaitu: 
       -  Double clocking: untuk mempercepat proses transfer.
       -  CRC (Cyclic Redundancy Check): Error Checking. 
       -  Correcting untuk meningkatkan integritas data yang ditransfer.

Meskipun  jenis  dan  kecepatan  ATA  mengalami  perkembangan,  tidak  halnya dengan  koneksi  yang  digunakan  oleh  ATA  itu  sendiri.  Bentuk  koneksi  ATA  lebih bertahan,  sehingga  hampir  tidak  terlihat  perubahan  secara  fisik.  Bentuk  kabel  ATA adalah pipih dengan jumlah pin 40 buah. Kita tidak akan pernah salah mencolokkan pin ATA.

Tetapi untuk koneksi yang lebih baik, ATA juga menawarkan kabel yang lebih banyak  yaitu  80  kabel.  Bedanya  ATA  80  kabel  dengan  ATA  40  kabel  adalah  jumlah kabel  ground  yang  lebih  banyak.  Untuk  yang  80  kabel,  setiap  kabel  sinyal  diberikan juga kabel untuk ground. Karena hal ini, maka jumlah kabelnya menjadi dua kali lipat. ATA  80  kabel  lebih  kuat  terhadap  induksi  medan  magnet  dari  kabel-kebal  sekitarnya. Sehingga  kecepatan  transmisi  pun  dapat  lebih  baik.  Dengan  ATA  80  kabel,  transmisi ATA Ultra DMA 6 yang standar dapat mencapai 66 MB/detik. Sedangkan, bentuk kabel keduanya tidak memiliki perbedaan sebab meskipun jumlah kabelnya 80 buah, pin yang dimiliki  tetap  40  buah.  Penerapan  pin  dengan  80 kabel ini  sudah  dilakukan  pada  ATA Ultra DMA 3 (ATA 5) sampai Ultra DMA 6 (ATA 7).

Device  0  biasanya  disebut  juga  master,  dan  device  1  biasanya  disebut  slave. Pada operating system, master akan muncul lebih dulu dibandingkan slave. Dan setiap kabel yang terpasang akan  memprioritaskan master, artinya bila hanya ada satu device yang terpasang maka device tersebut secara otomatis akan menjadi master. Namun, ada juga  beberapa  komponen  yang  terpasang  secara  single  berperan  sebagai  slave (tergantung pada setting jumper pada media penyimpanan).

Standar Parallel ATA hanya mengizinkan panjang kabel sampai 46 cm (18 inci) walaupun kabel sampai 91 cm (36 inci) dapat dibeli. Karena keterbatasan ini dan karena harganya yang terjangkau, teknologi ATA biasanya digunakan untuk internal komputer storage interface.

Dengan diperkenalkannya Serial ATA pada 2003, maka ATA yang asli disebut sebagai  Parallel  ATA  (PATA).  Spesifikasi  Paralel  ATA  telah  diterapkan  pada  standar penghubung  penyimpanan  untuk  PC sejak  protocol  tersebut  diperkenalkan  pada  tahun 1980. Paralel ATA unggul dalam tiga hal utama, yaitu:
-  Biaya yang rendah
-  Mendukung sistem operasi yang luas
-  dan siap untuk berevolusi.

Paralel  ATA  ditingkatkan  untuk  mendukung  kecepatan  yang  lebih  tinggi  dan kinerja  yang  kompatible  dengan  alat  ATA  yang  lebih  lama.  Bagaimanapun,  kinerja  headroom,  kebutuhan  kabel,  dan  persyaratan  toleransi  voltase,  untuk  suatu penyimpanan sangat diperlukan.

Kecepatan  PATA  menjadi  kendala  bagi  perkembangannya;  karena  kecepatan transfer  data  PATA sudah  sulit  untuk  ditingkatkan.  Hal  ini  terkait  dengan  teknologi parallel yang  rawan  terhadap  interferensi.  Semakin  cepat  clock  yang  digunakan,  maka semakin  besar pula  interferensi  pada  kabel  datanya;  hal  ini  juga  dipengaruhi  pada voltage  yang  digunakan.  PATA generasi  terbaru  yaitu  UltraDMA  walaupun menggunakan  voltage  3.3  volt,  tetap  mempunyai toleransi  hingga  5  volt  sebagai
kompensasi  terhadap  kompatibilitas  terhadap  generasi  sebelumnya.  Sehingga interferensi menjadi sulit untuk direduksi.

Hal  yang  sudah  dilakukan  untuk  mereduksi  interferensi  ini  adalah  dengan menggunakan  kabel  data  80  pin.80 pin ini sebenarnya merupakan kabel data 40 pin yang diselingi dengan kabel ground sebanyak 40 pin juga.

B.  SCSI (Small Computer System Interface)

   SCSI  (Small  Computer  System  Interface)  awalnya  bernama  SASI  (Shugart Associate  System  Interface)  sesuai  dengan  nama  yang  kali  pertama  menemukannya, yaitu  Alan  Shugart.  SASI  atau  SCSI-1  memiliki  dua  macam  kecepatan,  yaitu  3,5 MB/detik  atau  5  MB/detik.  Keduanya  bekerja  secara  asynchronous.  Dan  panjang kabelnya dapat mencapai 6 meter. 

SCSI  memang  lebih  mahal  tapi  SCSI  jauh  lebih  cepat  jika  dibanding  dengan PATA.  SCSI  juga  lebih  luas  dalam  penggunaannya.  Tidak  hanya  harddisk  saja  yang dapat  menggunakan  SCSI,  melainkan  juga  perangkat  digital  lain  yang  membutuhkan transmisi yang bandwidthnya besar, berkecepatan tinggi dan stabil.

Kemudian  versi  kedua  SCSI  yang  diluncurkan  pada  tahun  1989  muncul  dalam dua  varian. Yang  pertama  mendapat  julukan  Fast  SCSI  yang  kedua  mendapat  julukan Wide  SCSI.  Fast  SCSI  memiliki  kecepatan  10  MB/detik  dan  Wide  SCSI  memiliki keceaptan  20 MB/detik. Tidak  hanya  dari  segi  kecepatan  saja  yang  berbeda,  keduanya juga menggunakan bus width yang berbeda juga. Fast SCSI dengan 8-bit bus width dan Wide SCSI dengan 16-bit. Karena bus width inilah Wide SCSI mendapatkan namanya. Sayangnya, pada SCSI versi ini terdapat degradasi jarak kabel yang hanya mencapai 3 meter saja.

Kemudian  keluar  versi  yang  ketiga  yang  muncul  dalam  dua  varian  juga,  yaitu Ultra  SCSI  dan  Ultra  Wide  SCSI.  Ultra  SCSI  menggunakan  bus  width  8-bit  dan  Ultra Wide  SCSI  menggunakan  16-bit.  Kecepatan  SCSI  versi  ketiga  ini  masing-masing  dua kali  lipat  lebih  cepat  dari  versi  sebelumnya.  Namun,  masalah  jarak  memang  belum dapat  ditingkatkan.  Bahkan  kendala  kabel  ini  sering  menjadi  alasan  ketidakstabilan SCSI.

Pada tahun 1997, versi yang terbaru dari SCSI kembali diluncurkan yaitu Ultra-2
SCSI.  Dengan  fitur  LVD  (Low  Voltage  Differential),  kendala  jarak  pada  versi
sebelumnya  dapat  diatasi.  Ultra-2  yang  juga  diluncurkan  dalam  dua  versi  Ultra2  SCSI
dan Ultra2 Wide SCSI mampu menggunakan kabel sampai 12 meter. Kecepatan Ultra-2
SCSI  adalah  40  MB/detik  dengan  bus  width  tetap  8-bit  dan  untuk  Ultra-2  Wide  SCSI
bus width-nya adalah 16-bit dan kecepatannya adalah 80 MB/detik.

SCSI baru menambahkan fitur CRC (Cyclic Redundancy Check) error checking pada versi Ultra3-nya. Ultra3 disebut juga Ultra-160 karena kecepatan Ultra3 memang 160  MB/detik.  Selain  CRC,  pada  Ultra3  juga  terdapat  validasi  domain  (domain validation).  Jika  pin  ATA  tidak  mengalami  perkembangan apapun seiring dengan meningkatnya kualitas transmisi, beda halnya dengan pin SCSI yang ditawarkan dengan lebih  bervariasi.  Untuk  kabel  internal  tidak  berbeda  jauh  dengan  kabel  ATA,  namun untuk koneksi eksternal agak sedikit berbeda.

SCSI  lebih  cepat  dan  stabil  dibandingkan  ATA,  SCSI  juga  lebih  mahal.  Di samping kedua hal tersebut ada beberapa hal lain yang juga membedakan SCSI dengan ATA:

•  Buffer
Buffer  memory  yang  dimiliki  oleh  SCSI  sebenarnya  lebih  besar  dari  ATA. Namun  belakangan,  harddisk  ATA  menambahkan  jumlah  cache  memory-nya sehingga hal ini dapat meningkatkan performa ATA itu sendiri.

•  RPM
RPM  adalah  singkatan  dari  Rotation  Per  Minute.  Nilai  RPM  adalah  nilai kecepatan  putaran  piringan  dalam  harddisk.  Semakin  cepat  putaran  sebuah harddisk,  maka  data  di  dalamnya  lebih  mudah  diakses.  RPM  harddisk  SCSI lebih  besar  daripada  harddisk  ATA.  Ini  artinya  data  pada  SCSI  lebih  cepat diakses ketimbang data pada ATA.

•  Seek Time Seek  time  adalah  waktu  yang  dibutuhkan  untuk  mencari  data.  Seek  time  SCSI
harddisk juga lebih cepat dibandingkan harddisk ATA.

•  Kapasitas
Kapasitas harddisk pada ATA lebih besar dibandingkan SCSI dengan ketebalan yang  sama.  Sebab  data  pada  setiap  piringan  SCSI  memang  lebih  sedikit dibandingkan pada ATA. Ini salah satu konsekuensinya yang harus ditanggung oleh  user  yang  menggunakan  SCSI.  Umumnya  untuk  kapasitas  yang  sangat
besar,  ukuran  harddisk  SCSI  akan  menjadi  lebih  besar  dan  berat  dibandingkan ATA.

•  MTBF
Mean  Time  Between  Failures  atau  biasanya  yang  disingkat  MTBF  adalah  nilai daya  tahan  suatu  produk  yang  ditentukan  berdasarkan  research  pada  produk tersebut. MTBF yang dimiliki oleh harddisk SCSI adalah 1 juta jam. Sedangkan harddisk  ATA  hanya  500.000  jam.  Ini  berarti,  harddisk  SCSI  dapat  dijalankan sampai 1 juta jam lamanya, sedangkan harddisk ATA akan mati setelah 500.000
jam bekerja.

Untuk kalian yang ingin lebih tau banyak tentang Stroage BUS ini, bisa download ebook nya disini.

Referensi : ilmukomputer.org
No comments

Minggu, 09 September 2012

Sejarah dan Perkembangan Mouse



Mouse merupakan, hardware komputer yang paling penting, karena dengan mouse kita bisa mengopresaikan komputer dengan mudah. Banyak sekali jenis - jenis mouse saat ini, dan kali ini saya akan menceritakan sejarah perkembangan mouse dari awal hingga saat ini secara singkat.

Mouse pertama ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963. Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk oN-Line System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih.

Mouse pertama buatan Engelbard
Mouse pertama berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkannya pada 17 November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.

MOUSE BOLA
Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe Trackball,  yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang populer antara tahun 1980 sampai 1990.  Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkan saja. 

Mouse saat ini mengikuti desain  École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh  Professor Jean-Daniel Nicoud.
Mouse Optical

MOUSE OPTIKAL
Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya.

Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari  Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru--abu-abu. 

Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu  frame gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh chip khusus menjadi posisi X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer.  


MOUSE LASER
Mouse laser pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal.

Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.

  Mouse Laser

Dari semua perkembangan mouse, yang tidak banyak berubah adalah jumlah tombolnya. Semua mouse memiliki tombol antara satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain  untuk Microsoft Windows,  memiliki dua tombol. Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah Wheel untuk mempermudah scrolling. Sementara itu, Apple memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini.

Apple Macintosh Plus mouse tahun 1986
Mouse terbaru Apple yang artistik

Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu menggunakan teknologi wirelessseperti Infra Red, gelombang radio ataupun  Bluetooth. Mouse wireless yang populer saat inimenggunakan gelombang radio ataupun Bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan Infra Red kurang begitu populer karena jarak jangkauannya yang terbatas, selain itu juga kurang praktis karena antara mouse dan penerimanya tidak boleh terhalang.

Referensi : ilmukomputer.org
Image source : google.com
No comments